Dialektika Logika

Standard

 

referensi http://medialogika.org/syllogisme/dialektika-logika/?topicseen

Nomor : PST-KI/Log-029/6760
Edisi : 7 Nopember 2016
Judul : Dialektika Logika
Tujuan :
1)   Memahami pengertian Dialektika Logika
2)   Mengetahui gambaran umum Dialektika Logika
==================

Dialektika Logika adalah metode analisa syllogisme  terhadap suatu pendapat melalui  kegiatan tanya jawab dengan tujuan untuk menemukan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran baru atas pendapat tersebut.

Dialektika Logika ini pertama kali diperkenalkan oleh Sokrates pada 400 SM di Yunani.  Seseorang kawan Sokrates mendengar bisikan gaib yang mengatakan “tidak ada yang lebih bijaksana selain Sokrates”. Sokrates tidak percaya dengan bisikan gaib tersebut, karena merasa dirinya tidak bijaksana. Lalu dia berkeliling kota Ahtena dan mengajak orang-orang yang dianggap bijksana berbicara tentang filsafat untuk membuktikan bahwa bisikan gaib itu keliru dan manemukan seseorang yang lain yang bijaksana. Dalam berdialog dengan orang-orang bijaksana tersebut, Sokrates menggunakan dialektika logika. Sokrates meyakini bahwa kebenaran itu ada di dalam benak setiap orang. Sehingga orang-orang tidak perlu lagi diberi tahu tentang kebenaran itu. Mereka hanya perlu dibantu untuk mengeluarkan kebenaran itu dari dalam pikirannya, seperti seorang bidan yang bersungguh-sungguh membantu seorang ibu hamil yang hendak melahirkan anaknya. Ibunya Sokrates adalah seorang bidan, sehingga Sokrates tahu betul bagaimana susah payahnya seorang bidan dalam membantu seorang wanita melahirkan. Demikian pula Sokrates berupaya membantu orang-orang mengeluarkan kebenaran yang terdapat di dalam pikirannya masing-masing.

Prinsip utama dalam dialektika logika ini adalah menguraikan suatu pendapat ke dalam bentuk syllogism. Untuk dapat memperkatikan dialektika logika diperlukan pengetahuan tentang teori-teori ilmu logika, terutama bab syllogism. Ilmu logika menjadi alat untuk menguraikan suatu pendapat ke dalam syllogismenya, sehingga bagian-bagian yang tersembunyi dari pendapat tersebut terkemukakan.

Dialektika Logika dapat dimulai dari suatu pertentangan pendapat. Jika kita bertentangan pendapat dengan orang lain dalam bentuk Kontrari dan kontradiksi, maka mustahil keduanya benar. Pastilah salah satu salah. Jika pendapat yang bertentangan tadi merupakan Enthymem, maka kita akan dapat menguraikannya ke dalam bentuk Syllogisme untuk memeriksa adakah yang salah di dalam syllogismenya ? lebih jauh, bagaimana definisi term-temnya, sehingga nilai-nilai proposisinya ditetapkan sebagai bernilai “benar” atau “salah”.

Langkah pertama dalam mempraktikan dialektika logika adalah dengan menanyakan argumentasi atau alasan atas suatu pendapat orang lain. Jika pendapat tersebut merupakan Konklusi,  Ini berarti yang perlu ditemukan adalah premis minor dan mayor. Jika pendapat tadi merupakan premis minor, maka perlu ditemukan premis mayor dan konklusinya. Dapat dilihat pada topic Enthymem.

Langkah kedua, setelah menemukan seluruh unsure syllogismenya, lalu melakukan anaisa. Apakah syllogism tersebut sah atau tidak, konklusinya logis atau tidak, ditemukan kontradiksi-kontradiksi atau tidak, dan sebagainya.

Langkah ketiga, apabila ditemukan pelanggara terhadap hukum-hukum logika, maka pertanyaan-pertanyaan harus diajukan,contoh-contoh kasus diungkapkan, sehingga dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut si pemlik pendapat menyadari adanya kesalahan di dalam jalan pikirannya.

Dalam dialektika logika, kita sama sekali tidak boleh mencampuri pendapat orang lain, serta tidak mengajarkan suatu keyakinan apapun. Murni hanya mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang tujuannya untuk menguraikan syllogism pendapt tersebut, melakukan anailsa dan mendorong si pemilik pendapat ikut serta bersama kita melakukan analisa tersebut.

Para Pencari Patern Framework Android ?

Standard

Semenjak saya mulai belajar mengembangkan aplikasi Android, ada perasaan bahwa hal itu bisa dilakukan lebih baik karena sebelumnya saya masih berkutat dengan web framework jadi mempunyai pemikiran dangkal  bahwa akan begitu mudah untuk membuat patern framewok pada android.

Setelah 3 tahun akhirnya pencarian patern untuk android ini masih saja belum menemukan yang pas terutama untuk “Clean Architecture” dan “reuseable”. 

Untuk saat ini patern yang saya gunakan adalah MPV dengan structur sebagai berikut :

  • Outer layer packages: UI, Storage, Network, etc.
  • Middle layer packages: Presenters, Converters
  • Inner layer packages: Interactors, Models, Repositories, Executor

Outer layer packages adalah yang sesuatu yang berhubungan dengan :

  1. UI – di mana menempatkan semua Activity, Fragmen, Adapter dan kode Android lain yang berkaitan dengan user interface.
  2. Storage – database kode tertentu yang mengimplementasikan interface interactors berguna untuk mengakses data dan menyimpan data. Ini termasuk, misalnya, ContentProviders atau ORM-s seperti DBFlow.
  3. Network – yang berhubungan dengan akses data masuk dan keluar melalui jaringan misalnya HTTPREQUEST, OKHTTP atau Retrofit.

Middle layer packages adalah  yang menghubungkan rincian pelaksanaan dengan logika bisnis.

  1. Presenters menangani “events” dari UI  dan biasa juga berfungsi sebagai callback dari dalam lapisan (interactors).
  2. Converters bertanggung jawab untuk mengkonversikan/menterjemahkan “inner models ” menjadi “outer models” dan sebaliknya.

selanjutnya adalah Inner layer packages, pada layer ini sangat menarik dibahas karena Kelas dan objek di lapisan ini tidak memiliki pengetahuan bahwa mereka dijalankan dalam sebuah aplikasi Android dan dapat dengan mudah porting ke setiap mesin yang menjalankan JVM. intinya lapisan ini menangani source data ( bisa dari API,db atau lainnya) pada sebuah model.

  1. Interactors  adalah kelas yang sebenarnya mengandung kode logika bisnis. interactors berjalan di latar belakang dan menyampaikan “event” ke lapisan atas menggunakan callback.
  2. Models adalah kelas yang mewakili struktur data.
  3. Repositories berisi “interfaces” yang digunakan oleh interactors untuk mengakses dan menyimpan data. Ini juga disebut pola repositori.
  4. Executor berisi kode untuk membuat interactors berjalan pada “background” dengan menggunakan “worker thread executor” atau semacamnya.

Bagi saya, iuntuk saat ini patern diatas yang terbaik untuk mengembangkan aplikasi android. kode dipisah dalam beberapa “layer” untuk memudahkan perhatian pada isu-isu, bug dan alur  tertentu. Jika memang masih ada patern yang lebih baik lagi saya kan terus mencoba dan dengan senang hati menerima masukan dari siapapun.

Saya akhiri dengan semangat koding dan terus improve kedepannya.

PERTARUNGAN BISNIS MODEL

Standard

Senin, 24 Oktober 2016

Beberapa bulan yang lalu, kita dikejutkan dengan demo supir taksi yang terjadi di Jakarta. Para supir Blue Bird protes atas maraknya armada Taksi Online. Uber dan Grab berhasil mengambil bagian besar dari market taksi di jabodetabek.

Jika kita melihat kasus diatas, kita akan menemukan sebuah fakta baru dalam dunia bisnis. Produknya sama : layanan taksi berbayar. Namun yang berubah bagaimana Grab dan Uber mengubah bisnis modelnya.

Blue Bird sebagai perusahaan taksi konvensional memiliki pola bisnis model sebagai berikut : supirnya adalah karyawan bluebird, kendaraannya adalah milik bluebird, perawatan kendaraan menjadi tanggung jawab blue bird dan kendaraan harus diparkir di pool blue bird.

Konsep bisnis konvensional ini membuat Blue Bird harus mengeluarkan investasi yang tidak sedikit. Maka perlu puluhan tahun lebih bagi Blue Bird untuk mencapai jumlah armada yang ada saat ini.

Uber dan Grab Taxi memiliki pendekatan bisnis model yang berbeda, keduanya sama-sama melayani layanan transportasi berbayar, namun mereka mengubah “resources” yang semula milik sendiri menjadi “partnership”. Keduanya memutuskan untuk : gak perlu punya kendaraan sendiri, supir gak perlu karyawan, gak perlu perawatan dan gak perlu menyediakan lahan parkir. Semuanya bermitra. Mereka memutuskan menjadi media platform yang hanya mempertemukan penumpang dan pengendara. Lalu mengaturnya agar nyaman dan terstandardisasi.

Maka, pertempuran sudah tidak lagi pada produknya. Produknya sama-sama saja. Kita sebagai penumpang merequest armada, lalu kita diantar ke tujuan dan membayar. Sistem argo pun berjalan. Namun disini, rendahnya cost dari uber menyebabkan harga argo taksi online lebih murah dari taksi konvensional. Sekali lagi, peperangan terjadi pada bisnis modelnya.

*****

Di dunia kuliner, kita mengenal gerai cepat saji yang menjamur di Indonesia. KFC dan McD. Dahulu, keduanya memutuskan untuk menjadi restoran “dine in”, atau makan di tempat. Bagi generasi 1980an seperti Saya, makan di KFC merupakan hiburan keluarga yang mahal momennya.

Namun sekarang, makan di gerai cepat saji sudah masuk dalam “makan harian”. Jika Anda lapar dan dalam perjalanan, ya sudah ke KFC saja. Jadi bukan lagi aktivitas makan “rekreasi”. Harganya pun sudah tergolong terjangkau.

Pola ini menyebabkan KFC dan McD masuk dalam makanan primer. Karena bukan lagi wahana makan rekreasi, market KFC dan McD tidak masalah jika harus memakannya di rumah, di kendaraan atau di kantor. Maka “dine in” bukan lagi menjadi “Value Proposition” dari kedua gerai ini.

Kedua gerai ini langsung mengubah bisnis modelnya, mari kita lihat beberapa tanda-tanda berikut ini :

1. Keduanya membangun gerai yang ramah drive-through. Jadi Anda bisa pesan sambil berkendara, tidak perlu turun dari mobil.

2. Keduanya kini menusatkan perhatiannya pada kanal delivery. Baik 14045 ataupun 14042. Bahkan keduanya telah serius membangun aplikasi pesan antar yang komprehensif. Mudah bagi pelanggan untuk pesan makanan dimana saja.

3. Keduanya mulai membangun divisi catering. Terutama KFC yang sangat agresif memperkenalkan unit cateringnya di pintu depan mereka. Bahkan mereka membangun divisi catering ini secara serius, untuk melayani acara ulang tahun atau syukuran di rumah-rumah pelanggannya, KFC menyediakan tenda, speaker dan badutnya. Lengkap dan serius.

4. Keduanya mulai membangun gerai yang tidak terlalu besar. Hal ini sangat mencolok pada gerakan McD ketika membuka gerai di Semplak Bogor. Kapasitas kursi dine in nya terhitung sangat kecil. Ini adalah bahasa bahwa mereka gak berharap banyak yang “dine in”.

Namun kita bisa melihat armada pesan antarnya yang sangat banyak. Gerakan ini seakan menunjukkan bahwa McD bukan sedang membangun gerai, dia sedang membangun dapur untuk melayani pesan antar di area sekitaran sempalak atau Bogor Barat.

5. Keduanya saat ini memiliki divisi Cafe. Ini adalah bahasa bahwa Anda tidak perlu merencanakan dine in di McD. Gak perlu makan besar. Ngopi-ngopi dan nongkrong-nongkrong juga boleh.

Terlihat jelas ya, produknya sama : sama-sama Ayam pake nasi. Tetapi bisnis modelnya berbeda. Yang dahulu kanal salesnya dipusatkan di dine in, sekarang menjadi kanal delivery.

*****

Telkom Indonesia membangun jaringan kabel diseluruh negeri. Mereka hadir pada awalnya sebagai jejaring komunikasi fix line phone di Indonesia. Darisanalah mereka mendapatkan revenue stream yang luar biasa. Sekian puluh juta rumah di Indonesia kemudian membayar tagihan telepon rutin setiap bulannya.

Zaman berubah, teknologi GSM membuat jejaring fix line ditinggalkan. Walau akhirnya market GSM masih berada di Telkom Group dengan Telkomselnya, tetapi jajaran manajemen Telkom harus berfikir keras akan asset infrastruktur yang mereka sudah bangun di negeri ini.

Melalui jaringan kabel dan tiang-tiang Telkom, Telkom kemudian merubah bisnis model mereka. Kali ini, perubahan terjadi pada produk dan sedikit penambahan di infrastruktur. Telkom kemudian membangun produk triple play : layanan telepon rumah + TV berlangganan + internet dalam 1 layanan : IndieHome.

Dengan 300ribu an, satu rumah dapat menikmati layanan indiehome. Kecepatan internet melalui serat optik ini rata-rata dipakai di 10 MBps. Tidak hanya itu, pelanggan juga bisa menikmati UseeTV dan tidak lupa produk lama sang telepon fix line.

Bisnis modelnya berubah. Perusahaannya sama, jaringannya sama, tiang-tiangnya sama. Tapi yang dijual berbeda. Layanan berbeda.

*****

Sekalian Saya bahas tentang Telkomsel. Jika kita mengingat bagaimana Telkomsel hadir, pada awalnya perusahaaan raksasa seluler ini hadir dengan produk voice dan text messaging. Maka Telkomsel mengambil penghasilan yang besar di air time dan sms text.

Seiring teknologi informasi yang berkembang, kini kita dengan mudah dapat menggunakan WA untuk berkomunikasi dengan teks. Bahkan whatsapp call pun memudahkan kita untuk komunikasi dengan basis data kuota.

Maka Telkomsel perlahan bertransformasi dari perusahaan komunikasi menuju perusahaan digital. Perlahan Telkomsel mulai banyak menjual layanan data. Walau voice dan teks masih mengambil porsi lebih dari 50%, tetapi perubahan bisnis model ala Telkomsel sudah sangat terasa.

Perhatikan T-Cash, Telkomsel kemudian perlahan merambah industri payment. Lalu coba juga perhatikan produk-produk Telkomsel seperti blast sms. Semua itu menunjukkan bahwa ada penambahan varian produk pada bagian “Value Proposition” pada bisnis model.

*****

Perang bisnis model ini juga Saya sedang uji di bisnis stasiun TV. Dahulu program TV mencari revenue melalui placement iklan pada program, entah itu spot TVC ataupun super impose on screen saat program berlangsung. Makin banyak penonton dalam sebuah program acara TV, maka makin banyak pengiklan yang akan memasang iklan di program tersebut. Dan tinggilah income stasiun TV.

Maka programming akhirnya terus berfikir bagaimana menayangkan program yang hi-rating, supaya hi-income. Namun seiring perubahan jaman, fasilitas beriklan kini makin menantang.

Dengan posisi user facebook di angka hampir menuju 90 juta di Indonesia, maka layanan beriklan dari FB lebih menjanjikan. FB Ads kemudian memfasilitasi pengiklan untuk menentukan kepada siapa mereka mau menampilkan iklan yang dipasang.

Bagi pemasang iklan (perusahaan), memasang iklan di kanal digital lebih jelas sasarannya, lebih segmented, lebih terukur dan murah. Sedangkan stasiun TV pada umumnya hanya berbekal data analisis dari surveyor. Rating program anu sekian, kira-kira ditonton sekian orang, pada usia di range sekian. Semua adalah data perkiraan dari sampling. Dan bukan data solid.

Maka program TV kemudian harus sedikit mengubah bisnis modelnya. NET TV termasuk yang cukup cepat memahami ini. Hampir semua tayangan NET TV dapat dinikmati di kanal digital. Proses windowing program NET TV ini membuat sebuah program dapat diukur views nya secara digital. Seperti Youtube atau Zulu. Dan disanalah monetize dilakukan.

Para aktivis dunia broadcast juga mengubah cara mainnya. Dulu Production house mati-matian membangun sebuah program. Lalu dijual ke stasiuan TV. Saat ini, muncul PH2 kreatif yang membuat program tayangan pendek di kanal youtube. Mereka para youtubers kemudian mendadak menjadi miliarder dengan jutaan viewers di kanal youtube. Karena youtube akhirnya membayar mereka berdasarkan viewers. Dan youtube mendapatkan uang dari pengiklan. Youtube menjadi “stasiun TV” baru yang hadir tanpa konten, namun kontennya terus terusan ada, sekitar jutaan video permenit nya. Brrrrrr….

Perhatikan, pertarungannya pada bisnis model. Produknya mirip : tayangan bergerak dan bersuara yang ada di layar.

InsyaAllah, akan hadir program TV yang memiliki bisnis model yang berbeda.

*****

Di dunia edukasi bisnis, Saya pun merevolusi bisnis model yang ada. Biasanya seorang pendidik bisnis harus melakukan edukasi secara off air. Sehingga terjadi kebutuhan resources yang besar terhadap waktu dan dana.

Di titik waktu, seorang pendidik harus menyediakan waktu perjalanan yang tidak sedikit. Di titik keberjalanan materi, jika proses materinya beralur, maka seorang pendidik harus mendedikasikan waktunya dalam rentang waktu yang cukup panjang. Tak jarang seorang pendidik harus menyampaikan hal yang sama berulang dan berulang. Peserta pun harus menyediakan waktu belajar yang cukup panjang, dan biasanya berbenturan dengan weekend : jadwal bersama keluarga.

Di titik dana, pola pendidikan off air membutuhkan dana yang tidak sedikit. Harus sewa tempat, harus bayar transport dan akomodasi pembicara, harus bayar tim EO, dan sejumlah biaya lainnya.

Bisnis model edukasi bisnis diatas kemudian Saya ubah dengan pendekatan online ala duakodikartika.com, materi yang ada sebenarnya adalah materi ajar Saya di Offline, kemudian Saya rekam dan letakkan di platform khusus yang hanya dapat dilihat oleh member.

Untuk 99 track pengajaran berbeda topik, duakodikartika.com hanya mencharge sekitar 495.000,00 ke para peserta member. Dan 3000 orang lebih telah mendaftar di paltform ini. Mereka bisa belajar kapan saja dan dimana saja. Dan harganya sangat sangat murah, seperti mengikuti 99 seminar. Diskusi pun dapat disampaikan kapan saja melalui FB Group. Dan yang respon atas kasus bisnis pun bisa dari member yang ada. Positif. Sinergis. Dan lebih memudahkan.

Produknya sama : sama-sama layanan edukasi bisnis, namun bisnis modelnya diubah. Yang semula pengajaran langsung, saat ini berubah jadi pengajaran tidak langsung melalui kanal online. Pertumbuhan jaringan broadband di Indonesia, murahnya paket kuota, tersedianya banyak titik wifi gratis, smartphone yang makin murah, membuat bisnis model pembelajaran online menjadi relevan.

*****

Indonesia membutuhkan anak muda yang berani merevolusi bisnis model. Dunia berkembang pesat. Teknologi berkembang cukup pesat. Dan semua itu mengubah pola perilaku market. Terjadi perubahan pada cara Market berfikir, merasa dan memenuhi kebutuhan hidupnya.

Asas utama pasar yang tidak akan berubah adalah : pasar/pembeli akan mencari layanan yang lebih murah dan lebih banyak manfaatnya. Ini yang gak bisa dilawan.

Pengiklan di TV mulai merasakan ketidak efektifan iklan di TV, mereka mulai membagi budget iklannya ke kanal digital. Ini fakta.

Pengguna taksi merasakan layanan uber dan grab yang lebih murah dsri taksi konvensional. Dan ini tidak bisa dilawan. Penumpang berpindah.

Pengguna seluler tidak lagi banyak memakai voice call dan text messaging. Tidak mungkin Anda memaksa pasar untuk memakai sms sementara mereka bisa berkomunikasi murah via WA.

Maka, tidak ada lagi alasan untuk anti pada perubahan bisnis model.

Pertarungan tidak terjadi pada produk dengan produk. Tetapi antara bisnis model dengan bisnis model.

Semoga manfaat

Rendy Saputra
CEO KeKe Busana
Pengajar di sekolah bisnis duakodikartika.com

=========================

Informasi :
– Bagi yang ingin berlangganan tulisan Saya via whatsapp silakan kirim nama-domisili via WA ke 081288407094. Save nomor ini dengan nama Zid Club

– Bagi yang telah selesai membaca, mohon komem agar Saya dapat mengukur jumlah pembaca. Bagi sahabat yang menyukai tulisan ini, silakan klik likes. Dan jika menurut sahabat tulisan ini bermanfaat, silakan dishare. Tanpa perlu ijin.

– dipersilakan mengopaste tulisan ini asalkan disertai seluruh identitas penulis sampai bagian informasi.

 

referensi  https://www.facebook.com/oskar.dinovta/posts/10209305122797841?ref=notif&notif_t=like_tagged&notif_id=1477448580169298

Programmer. Tips menjadi Programmer.

Standard

Programmer adalah sebuah profesi yang terbilang ‘baru’ mengingat bahwa era dimana teknologi menjadi bagian kehidupan semua orang baru dimulai satu dekade yang lalu. Seorang programmer bekerja untuk membuat komputer melakukan tugas sesuai dengan yang diperintahkan. Pada zaman sekarang, terutama di Indonesia, anda bisa menghasilkan cukup banyak uang dari menjadi seorang programmer. Trust me, I am so serious.

Mungkin anda sudah pernah mendengar istilah ‘Bahasa pemrograman’, ‘Visual Basic’ atau istilah-istilah lain yang berkaitan dengan kata ‘Programmer’. Saya akan berbicara sedikit mengenai istilah-istilah ini.

Programmer menuliskan perintah-perintah di dalam komputer dengan sebuah bahasa pemrograman, bahasa pemrograman yang digunakan bisa beraneka ragam mulai dari C, C++, Java, Visual Basic, PHP dan sebagainya. Beberapa programmer memang menspesifikasikan dirinya dalam bahasa pemrograman tertentu, dan beberapa yang lain menjadi programmer secara umum.

Banyak orang yang mengira bahwa menguasai banyak hal berarti tidak menguasai apa-apa. Ini tidak sepenuhnya benar di dalam dunia pemrograman komputer. Programmer bukanlah orang yang ‘menghapal’ sintaks suatu bahasa tertentu untuk dituliskan di dalam memori komputer. Namun seorang programmer merupakan seorang ‘manusia’ yang memerintahkan komputer untuk melakukan sesuatu berdasarkan logika yang dimilikinya. Logika yang telah tersusun tersebut akhirnya dituangkan dengan menuliskan kode-kode dalam bahasa pemrograman.

Maka untuk menjadi seorang programmer, hal yang lebih penting untuk anda kuasai adalah Algoritma. Baiklah, apa itu algoritma?

Algoritma merupakan serangkaian langkah-langkah yang disusun untuk memecahkan atau menyelesaikan suatu permasalahan tertentu. Algoritma tidak harus selalu bersentuhan dengan matematika. Algoritma adalah sebuah ‘cara’. Anda dapat saja menyebutkan sebuah Algoritma Mandi Pagi. dan menuliskan satu persatu langkah demi langkah untuk mandi pagi mulai dari bangun tidur sampai keluar dari kamar mandi. That is Algorithm.

Maka untuk dapat menjadi seorang programmer, anda tidak cukup hanya mengikuti langkah-langkah yang disuruh oleh guru anda, ketik ini ketik itu dan tadaaaa, programnya jalan. NO! THAT IS NOT ENOUGH!! karena itu sama saja dengan anda belajar mengetik di komputer. THAT IS NOT THE POINT!! Poinnya adalah Anda harus mempunyai algoritma anda sendiri dalam memecahkan masalah dengan menggunakan sebuah komputer dan menuangkan algoritma anda ke atas kode, thats the point.

Menguasai algoritma berarti menguasai sebuah cara memerintahkan komputer, secara umum ada prinsip-prinsip dasar yang selalu digunakan oleh semua bahasa pemrograman dalam memerintahkan komputer. berikut prinsip prinsip tersebut:

  1. Logika jika ini maka itu. Di dalam pemrograman, anda akan selalu menemui sebuah kondisi, sebagai contoh untuk menentukan bilangan mana yang paling besar diantara A, B, dan C maka anda akan berkata ‘jika A lebih besar dari B dan A juga lebih besar dari C, maka A adalah bilangan terbesar. namun jika tidak, periksa apakah B lebih besar dari C, jika ya maka B adalah bilangan terbesar. namun jika tidak, maka C adalah bilangan terbesar.’ ini biasa disebut dengan struktur kondisi.
  2. Perulangan. Komputer diciptakan untuk memudahkan pekerjaan manusia, terutama dalam melakukan pekerjaan rutin yang berulang-ulang dimana tidak membutuhkan pembelajaran. Salah satu ‘kekuatan’ sebuah komputer iyalah dia mampu untuk melakukan hal yang sama berulang-ulang tanpa merasa kelelahan. disinilah Perulangan bekerja. di dalam pemrograman anda akan menemui banyak sekali kondisi dimana perulangan dibutuhkan. misalkan untuk menjumlahkan semua nilai siswa, anda tinggal memerintahkan komputer untuk melakukan perhitungan baris demi baris secara berulang-ulang hingga selesai.
  3. List / Array. Hampir semua aplikasi yang akan anda ciptakan digunakan untuk melakukan penanganan data yang banyak. untuk menangani data yang banyak/ berderet-deret, anda akan menggunakan sebuah List atau biasa disebut juga dengan Array. List atau Array merupakan sederet data yang disimpan sementara dalam memori untuk diolah lebih lanjut.
  4. Fungsi. meskipun saya mengatakan bahwa algoritma tidak selalu berkaitan dengan matematika, namun dalam kebanyakan kasus (dan dalam dunia programmer yang real), semua masalah akan dipecah-pecah kedalam masalah-masalah yang lebih kecil untuk dipecahkan satu persatu, hingga akhirnya semua tersusun menjadi sebuah pemecahan yang utuh. Disinilah gunanya fungsi, seorang programmer yang baik tidak akan menuliskan sebuah penyelesaian yang sangat panjang dalam kode yang berderet-deret, namun dengan memecahnya ke dalam fungsi-fungsi yang lebih kecil.
  5. Input/ Output. Aplikasi atau program yang akan anda buat nantinya sebagian besar pasti akan memiliki interaksi dengan manusia, sehingga anda harus mempelajari bagaimana caranya agar pengguna program anda dapat memasukkan input-input tertentu seperti nama, usia dan sebagainya.
  6. Penggunaan library. Library merupakan kumpulan fungsi-fungsi yang dapat anda gunakan dalam membangun sebuah program atau aplikasi, ada sangat banyak library yang dimiliki oleh masing-masing bahasa pemrograman baik itu library bawaan ataupun tambahan. Di dalam pemrograman anda tidak harus ‘melakukan’ semuanya dari nol, namun yang lebih efisien adalah anda mencari ‘alat’ yang tepat untuk menyelesaikan sebuah persoalan. dan alat-alat yang anda butuhkan ada di library.

enam poin diatas adalah tips dari saya untuk langkah awal dalam menjadi programmer. Dan bagi anda yang belum tahu, pada zaman dahulu kala komputer tidaklah seperti apa yang kita gunakan saat ini. komputer masih dioperasikan menggunakan baris-baris kode atau yang biasa disebut command line. tidak ada gambar tombol atau pointer mouse dilayar. hanya tulisan dan tulisan. berbagai macam aplikasi hanya disajikan dalam bentuk tulisan-tulisan dan perintah-perintah yang diketikkan oleh user. sehingga untuk menguasai sebuah aplikasi, seorang pengguna komputer perlu waktu yang cukup lama untuk bisa memahami dan menjalankan perintah-perintah yang tersedia di dalam manual. aplikasi ini disebut dengan aplikasi console.

Dan lagi-lagi untuk anda yang belum tahu, aplikasi console semacam ini masih banyak di zaman sekarang. Terutama di kalangan para pengguna linux (sebuah sistem operasi selain microsoft wedus, eh windows). Mengapa sebuah aplikasi dibuat tetap dengan console? tujuannya adalah untuk menghemat sumber daya, apalagi jika sebuah komputer dijadikan sebuah server dimana sumber daya harus benar-benar dihemat agar dapat melayani semua request yang masuk. (anda pusing dengan istilah-istilah barusan? tidak usah panik. santai saja).

Jadi, selamat belajar pemrograman, dan jadilah seorang programmer! 🙂

Nb: Untuk anda yang belum tahu, di dalam dunia software engineering, programmer bagaikan ‘kuli’ bangunan yang tugasnya mengaco semen, menyusun batu demi batu, membuat lantai jendela dan lain-lain. jika anda ingin berperan sebagai mandornya, maka anda harus menjadi seorang analis yang sangat hebat. tapi percayalah, anda hanya akan bisa menjadi analis jika anda sudah benar-benar mengerti bagaimana rasanya menjadi seorang programmer. -sorry nb nya kepanjangan-

10 Hal Yang Harus Diketahui Oleh Seorang Programmer

Standard
1. Be passionate
  • Cintai apa yang anda lakukan
  • Jadilah lebih kreatif
  • Ingin melakukan hanya yang terbaik
  • Lebih baik dari kemarin
2. Love your codes
  • Write codes for human, not machine
  • Tulis kode dengan rapi
3. Version controll
  • Backup your codes
  • Lacak perubahan (Siapa, apa dan kapan)
  • Buat kode bekerja dengan semua mesin
  • Komitmen
  • Tetapi jangan komitmen dengan kegagalan
4. Read codes
  • Sebelum anda menjadi penulis yang baik, anda sudah harus menjadi pembaca yang baik
  • Hari-hari seorang programmer adalah 70% membaca dan 30% menulis
  • Mencatat ide dan trik dari tulisan yang anda baca

5. Practice, practice, practice

  • Sedikit berlatih adalah masalah besar
  • Berlatih selain projek yang sedang dikerjakan
  • Berlatih yang terbaik sebaik mungkin
  • Berlatih menjadi seorang Master
  • Berlatih, cocokan dan perbaiki bugs
6. Refactoring
  • Kembangkan kode anda tanpa merubah sistem dari kode anda
  • Buat kode anda agar mudah dimengerti, di maintain dan di kembangkan lebih lanjut
  • Buat kode lebih rapi dibanding hasil dari kode saat dieksekusi
  • Intension-revealing names, small method, compose methode
Download e-book tentang Naming, Download disini
7. Follow pattern and best practices
8. TDD/BDD
  • Tes spesifikasi sistem yang diperlukan dari kode yang kita buat
  • Tes kode anda dengan menjadikan diri anda sebagai pengguna pertama
  • Short development iterartion
  • Is a design proccess
  • Buat kode sebagai pengetesan, tetapi jangan menyeluruh
9. Automation
  • Buat tugas manual yang automatis
  • Command line adalah sahabat anda
  • Buat shortcut untuk dengan tugas yang berulang-ulang
  • Integrasi yang berkelanjutan
  • Pengembangan yang otomatis
10. Understand yor domain
  • Domain-spesific tidak akan segera expired, tetapi teknologi pasti akan segera expired
  • You can’t creatively help a business until you know how it works

Referensi :